Tuesday, February 15

Wasiat Seorang Bijaksana

Seorang bijaksana menasihati puteranya ketika melepas kepergiannya.

kutitipkan engkau kepada Ar-Rahman dalam kepergianmu,
sambil mengharap rahmat-Nya di waktu pulang,
jangan pergi terlalu lama, 
demi Allah aku rindu pada kedatanganmu,
perhatikan nasihatku baik-baik dan 
jangan menghilangkannya dari fikiranmu,
berjalanlah perlahan dan tunjukkan budi yang baik,
carilah keredhaaan orang lain pada dirimu,
bicaralah dimana diam dianggap buruk,
dan diamlah bilamana diam itu lebih baik,
carilah rezekimu dari pintunya,
menujulah ke situ setiap pagi selama kau hidup,
berilah kepada masing-masing haknya,
tekalah emosimu diwaktu engkau marah,
di mana engkau berhenti,
carilah teman yang boleh menolongmu,
musibah-musibah itu memiliki serangan,
dan hanya dihadapi dengan persiapanmu,
jangan katakan : aku lebih selamat bila sendirian,
terkadang engkau mengalami kehinaan di kala sendirian,
pertimbangkanlah orang-orang dengan kata-kata mereka,
dan temanilah saudara yang ingin menemaniku,
banyak teman pura-pura menasihati, 
sedang fikirannya mencari kesalahanmu,
janganlah engkau mendekatinya kerana
ia takut menjerumuskanmu dalam bencana,
sedapat mungkin jangan lakukan kejahatan,
kerana ia akan membahayakan jiwamu.

0 comments:

Post a Comment